Buku Tata Ruang Wilayah Pertahanan Indonesia: Antara Kepentingan Otonomi Daerah Vs Pertahanan Negara mengangkat persoalan strategi mengenai hubungan antara kebutuhan pertahanan negara dan dinamika pembangunan daerah. Buku ini berangkat dari berbagai kasus ledakan gudang amunisi di Cilandak, Pondok Dayung, Ciangsana, hingga Madiun yang menunjukkan bahwa fasilitas pertahanan yang dahulu berada di kawasan yang relatif terbuka dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan organisasi dan aktivitas ekonomi. Persoalan tersebut menunjukkan bahwa tata pertahanan ruang bukan sekedar persoalan teknis militer, namun berkaitan erat dengan tata kelola pemerintahan, keselamatan masyarakat, kepastian hukum, serta sinkronisasi kepentingan pemerintah pusat dan daerah.
Pembahasan kemudian berkembang dari permasalahan kebijakan dan koordinasi-daerah menuju berbagai konflik serta ambiguitas tata ruang di sejumlah pusat wilayah Indonesia. Buku ini menjelaskan bagaimana kepentingan pertahanan yang berhubungan dengan strategi proyek pembangunan, urbanisasi, pengelolaan aset pemeliharaan, serta perubahan fungsi ruang. Perhatian juga diarahkan pada kawasan strategis dan frontier seperti Papua, Natuna, dan Nusa Tenggara Timur yang memiliki karakter persoalan berbeda, mulai dari benturan antara hak ulayat dan instrumen tata ruang hingga ketiadaan instrumen tata ruang yang memadai. Keragaman kasus di atas menunjukkan bahwa permasalahan tata ruang tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan yang seragam, melainkan memerlukan kebijakan yang kontekstual dan adaptif.
Pada akhirnya, buku ini menawarkan penguatan Collaborative Government sebagai pendekatan untuk menjembatani kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diperlukan untuk membangun keselarasan data spasial, kebijakan tata ruang, perlindungan objek vital konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang, dan mitigasi risiko secara berkelanjutan. Dengan perspektif tersebut, tata ruang wilayah pertahanan ditempatkan bukan sebagai penghambat pembangunan daerah, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat. Buku ini pada akhirnya mengajak pembaca melihat bahwa masa depan pertahanan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan negara mengelola ruang secara terintegrasi, adaptif, aman, dan berkelanjutan.
|
Detail Buku |
|
| ISBN | 978-634-05-5332-1 |
| Penulis Buku | Gerald Theodorus L. Toruan, SH, MH Okki Navarone Wibisono, SE, M.Si., MM Praditya Mer Hananto, ST, M.Krim., M.Han. Diah Anggraeni Jatraningrum, ST, MT, Ph.D. Dhian Kusuma Wardhani, S.Sos., M.PM. |
| Editor | Praditya Mer Hananto, ST, M.Krim., M.Han. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Andika Dwi Pratama |
| Penerbit | CV. Ayna Cendekia Nusantara |
| Kategori | Ilmu Pertahanan dan Keamanan |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Jumlah Halaman | 206 Halaman |
| Ukuran | UNESCO |





Reviews
There are no reviews yet.